Obyek wisata pulau seribu

Standar

PESONA PULAU SERIBU

Pulau Seribu berarti “Seribu Pulau” yang terdiri dari hampir yang terletak di indonesia di provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari128 pulau kecil yang terletak di Teluk Jakarta di Laut Jawa. Sebagian besar pulau seribu ini dihuni oleh banyak penduduk dan dapat dicapai dalam sekitar 1 – 2 jam dari Marina Ancol dengan kapal ferry . Terumbu sekitarnya adalah rumah bagi berbagai jenis ikanlaut, membuat Pulau Seribu merupakan tempat ideal untuk menyelam, snorkeling dan memancing.Beberapa pulau  dikembangkan untuk wisata Pulau Bidadari, Pulau Ayer, Sepa, Coconut, Pelangi, Bira, Pantara, Kul-kul dan Pulau Putri. Ada juga kabin bagi wisatawan, selain pantai-pantai keemasan dibatasi dengan pohon kelapa. Air mengelilinginya adalah surga bagi kulit divers.mereka adalah  segudang ikan tropis, yang hidup di antara karang warna-warni.  Pulau Putri Paradise Co telah mengembangkan Pulau Putri, Pulau Melintang, Pulau Petondang dan Pulau Papa Theo sebagai resor liburan dengan cottage, restoran, menyelam dan fasilitas berlayar.

OBYEK-OBYEK PULAU SERIBU;

                                                              

Pulau Tidung

Ada beberapa hal yang menjadi kegiatan wajib saat bertandang ke Pulau Tidung, pulau terbesar di Kepulauan Seribu.

Begitu mendaratkan kaki di pulau ini dan meletakkan barang bawaan di tempat penginapan sudah tersedia sepeda yang diparkir di depan rumah penginapan. Petualangan mengelilingi Tidung pun berawal dari alat transportasi sederhana yaitu sepeda yang menimbulkan kerinduan itu.

Bagi yang tak pernah bersepeda mungkin butuh waktu beradaptasi untuk dapat meliuk-liuk di jalan yang berkelok-kelok yang menyerupai gang diarea rumah penduduk itu. Dari area dengan pemukiman padat, hingga lama-lama menyusuri tepi pantai yang dipagari berbagai tumbuhan darat maupun tumbuhan laut dekat pantai dan dihiasi deretan pohon kelapa. Begitu tenang dan damai di hati terasa semilir angin dan deretan pohon kelapa yang menari-nari tertiup angin di perjalanan saat menyusuri pulau tidung ini .
Setelah puas berkeliling, kegiatan wajib selanjutnya adalah segera menuju tempat mengambil alat-alat snorkeling. Namun, pengunjung bisa memilih, apakah snorkeling di sekitar Pulau Tidung atau snorkeling di sekitar Pulau Air atau Pulau Payung yang berarti harus menggunakan kapal terlebih dulu. Tak jarang, mereka yang hanya berenang di sekitar Pulau Tidung akan merambah berbagai titik. Di bawah jembatan penghubung Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil, atau bahkan ke bagian ujung Tidung Kecil yang berarti harus berjalan memasukinya terlebih dulu.

Namun ketika matahari mulai terbenam semua orang seolah sudah punya tujuan tetap: menuju jembatan penghubung Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil, yang merupakan jembatan terpanjang di Kepulauan Seribu.Mereka berkumpul untuk melihat-lihat pemandangan disekitarnya.

Pengunjung yang kebanyakan anak muda itu juga punya ritual: terjun bebas dari puncak ketinggian san menceburkan diri ke laut. Banyak yang sengaja mengantre, bahkan berulang kali melakukannya demi merasakan kesenangan saat terjun dari titik tertinggi dan merasakan adrenalin yang mengalir deras saat tertarik arus gravitasi bumi.

         Jembatan Cinta

Jembatan Cinta adalah suatu jembatan yang ada di pulau

Tidung. Jembatan Cinta terletak di paling ujung pulau tersebut. Kenapa dinamakan Jembatan Cinta? Apa karena banyak orang berkasih ria di sana? Sayang para warga asli Tidung pun tak mengerti betul kenapa obyek wisatanya dinamakan Jembatan Cinta. Mereka mengaku para wisatawan-lah yang menamai Jembatan Cinta itu.

Jembatan cinta sendiri memang tidak berbentuk hati, simbol tanda cinta pada umumnya. Jembatan di pulau berpenghuni sekitar 5000 jiwa itu terbuat dari kayu panjang yang dibentangkan sepanjang 500 meter. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tidung dengan sebuah pulau yang masih kosong.

Sayang, kayu yang terpasang cukup usang dengan beberapa bagian yang patah diantaranya. Meski begitu sebagian tempat di jembatan kini tengah direnovasi dengan menggunakan cor-coran semen agar tahan lama.

Lautnya sendiri sangat jernih. Karang-karang dan ikan warna-warni bisa terlihat jelas dari atas jembatan. Warna hijau muda, hijau tua dan biru laut menjadi gradasi warna laut yang apik di sepanjang jembatan itu. Tak hanya itu, bermain pasir putih dengan telanjang kaki nampaknya bisa menambah eksotika Pulau Tidung ini.

Meski terbilang cukup jauh letaknya, namun pada waktu liburan tertentu pengunjung dari luar pulau cukup membludak. Seperti cerita kapten kapal Madinah, Samsila yang mengaku pernah membawa 4000 pengunjung yang ingin menghabiskan libur tahun baru di Pulau Tidung 2009 lalu.

Di pulau ini memang belum tersedia hotel, namun para warga dengan senang hati menyewakan kamar di rumahnya bagi para wisatawan. Ada juga warga yang menyewakan sepeda maupun menyediakan jasa wisata air seperti Banana Boat dan Snorkling.

Tak salah lah bila obyek wisata Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu ini masuk dalam jajaran wisata alam lainnya yang patut dikunjungi.

Jembatan Pelangi

Jembatan Pelangi adalah sebuah jembatan yang terletak dipulau Lancang yang terbuat dari papan kayu sepanjang 50 meter di tengah rimbunnya Hutan Bakau di Pulau Lancang yang menampilkan eksotika alam bahari pulau Lancang.

Di Jembatan itu, Anda pesona alam Hutan Bakau yang berisi sejumlah satwa unik seperti ikan ,kepiting,dan burung-burung yang berterbangan. Jembatan yang memanjang itu juga menawarkan keindahan langit dikala senja saat matahari jingga di ufuk barat . Begitupun saat sang surya mengintip di pagi hari dengan sinar yang terang dan udara yang dingin di pagi hari.

Jembatan yang sarat akan kesan keindahan itu berdiri di air dangkal nan jernih dengan hiasan gemulai padang lamun yang begerak mengikuti aliran air. Di lokasi itu pula, Anda dapat melihat keindahan dan belajar tentang ekosistem pesisir pantai dan bawah lautnya  yang kaya serta kehidupan nelayan saat mencari ikan.

Anda juga bisa mengira-ngira bagaimana Hutan Bakau di Pulau Lancang 100 tahun lalu. Jembatan Pelangi tersebut mempunyai tinggi 2 meter, dan terletak tak jauh dari pintu gerbang masuk Pulau Lancang atau tepat dibelakang Kantor Lurah Pulau Pari.

Ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk mencapai jembatan Pelangi. Yaitu dengan hanya berjalan kaki sekitar 10 meter dari dermaga sandar Pulau Lancang, atau Anda bisa melalui hamparan pasir putih disisi belakang pulau menggunakan perahu kecil yang siap diantar oleh nelayan setempat.

Jika Anda seorang wisatawan yang ingin nuansa baru alam bahari Kepulauan Seribu tak salah bila mencoba menikmati keindahan Jembatan Pelangi di Pulau Lancang yang pesonanya tak kalah dengan Jembatan Cinta milik Pulau Tidung.

Untuk menempu Pulau Lancang Anda dapat ditempuh Pelabuhan Rawasaban, Tangerang menggunakan Kapal Feri dengan tarif Rp 15 ribu dengan 1,5 jam perjalanan laut. Pulau satu ini juga menawarkan wisata kuliner Kepiting Rajungan, Pepes Ikan teri Nasi dan yang tak kalah menariknya adalah ber-snorkeling ria bersama hewan lautnya yang menakjubkan serta tumbuhan laut yang indah di hamparan laut dangkal yang memiliki beragam jenis biota laut.

Pulau Macan

– Dasyatnya Pulau Macan, Kepulauan Seribu, merupakan sebuah lokasi wisata pantai yang benar-benar menakjubkan.

Lokasi Pulau Macan ini cukup terpencil di Kepulauan Seribu bagian Utara. Pulau Macan ini memiliki kapasitas maksimum 30 orang dan mayoritas pengunjung adalah wisatawan asing.
pulau ini juga butuh perjuangan, selain harus by reservation, jika ingin menyebrangi k
Pulau ini cukup ekslusif, untuk menuju e Pulau ini,kita harus naik perahu nelayan yaitu perahu kerapu yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.

Dipulau ini kita bisa menikmati pemandangan pulau yang cukup indah di darat maupun di bawah lautnya.Dipulau macan merupakan tempat wisata yang asyik dan menyenangkan dan udara disana sngatlah sejuk.

Pulau Karya

Sebuah nama yang sangat umum sekali. Tidak ada ciri khasnya. Entah kenapa bernama Pulau Karya. Pulau Karya letaknya bersebelahan dengan Pulau Panggang. Berbeda sekali dengan Pulau Panggang yang terlihat penuh dengan rumah-rumah penduduk, Pulau Karya terlihat asri.  Bahkan kalau kita menyelusuri pantai bagian utara pulau karya banyak ikan-ikan terlihat saling berkejaran satu dengan yang lainnya. Tidak hanya yang kecil, yang besarpun berani menampakkan diri di perairan yang agak dangkal,mungkin ikan-ikan tersebut menampakan dirinya karena pulau ini8 terlihat asri dan tenang.
Sisi selatan Pulau Karya terlihat sangat curam dengan adanya kolom-kolom yang digunakan sebagai penyanggah atau pencegah abrasi. Kemungkinan perairan sisi selatan ini dulunya dangkal sebagaimana perairan di pulau-pulau lainnya. Perairan ini kemudian diperdalam agar kapal-kapal bisa melintasinya dan berlabuh di sisi selatan pulau karya. Pendalaman lautan pastilah menimbulkan abrasi sehingga perlu ditanami tumbuhan sejenis pohon bakau dan kolom-kolom yang berfungsi mencegah tanah di pulau melorot turun dan juga mencegah abrasi dari gempuran ombak lautan.

Pulau Karya adalah pulau tanpa penduduk. Rumah-rumah yang berderet-deret di sisi selatan merupakan rumah dinas pemerintahan Kepulauan Seribu. Kalau kita melangkah terus ke arah barat pulau akan kita temui pemakaman Umum. Pemakaman ini digunakan oleh penduduk Pulau Pramuka dan Pulau Panggang untuk memakamkan saudaranya yang sudah meninggal.

Berjalan terus ke arah barat, kita akan menemukan sebuah SPBU. Lucunya SPBU ini tepat berada dibibir dermaga kecil khusus untuk mengisi bakan bakar perahu/kapal-kapal. SPBU ini hanya menjual solar karena mesin-mesin perahu/ kapal biasanya menggunakan bahan bakar solar.  Tempat SPBU ini terlihat aneh bila dilihat orang daratan. Ternyata ada juga SPBU di sebuah pulau kecil.

Berjalan terus ke arah barat, kita akan menemukan hamparan pasir putih yang terbentang cukup luas. Pasirnya memang putih. hingga sisi utara pulau. Perairan dangkalnya kemungkinan berjarak sepuluh meteran dari bibir pantai, bahkan bisa lebih. Jadi kalau kita berjalan melebihi bibir pantai, kita tidak akan menemukan perairan yang dalam sampai sepuluh hingga lima belas meter ke depan. Sedangkan sisi utara Pulau Karya masih tetap dangkal. Bahkan saya melihat seseorang sedang mencari kerang-kerangan di laut yang dangkal tersebut,memang biasanya para nelayan mencari ikan ataupun kerang ditempat tersebut karea disitu cukup banyak. Sayangnya sisi utara Pulau Karya tidak berpasir melainkan berbatu-batu karang. Kita tidak bisa menjelajahi pantainya karena berbatu-batu karang dan tidak nyaman untuk kaki telanjang tetapi bila anda ingin kesana saya sarankan pakai alas kaki.

Setelah menyelusuri bagian utara pulau, akhirnya saya sampai dibagian timur pulau. Di sebelah timur pulau ini terdapat peristirahat di bale-bale papan yang langsung menghadap ke laut. Di sisi timur Pulau Karya tempatnya teduh dan banyak ditumbuhi pepohonan besar dengan angin yang sepoi-sepoi dan pemandangan air laut yang terlihat membiru

Pulau Pramuka

– Pulau Pramuka memang sudah terlalu jauh dari Jakarta tetapi sangat asyik bila dikunjungi. Dengan menggunakan kapal penyebrangan dari Muara Angke dapat ditempuh dengan waktu sekitar dua jam. Pulau yang berada di gugusan taman nasional laut Kepulauan Seribu memiliki banyak fanorama yang menarik untuk kita kunjungi. Lautnya yang biru serta berdekatan dengan Taman laut memungkinkan para penggemar selam maupun snokling menjadikan Pulau Pramuka sebagai tempat singgah yang ideal untuk menyelam melihat berbagai tumbuhan dan biota laut.

Pulau Pramuka memiliki fasilitas yang  lengkap. Sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Seribu, wajar saja kalau pulau ini memiliki berbagai fasilitas  sekolah, gedung pemerintahan, masjid maupun penginapan yang cukup terjangkau karena tidak terlalu mahal harganya bila ingin menyewa.
Pulau Pramuka juga memiliki pusat informasi taman laut, dimana tersimpan berbagai foto maupun hewan-hewan laut yang sudah diawetkan. Ini tentunya sangat membantu mendapatkan informasi tentang apa saja isi taman nasional laut dengan kekayaan alamnya. Dipulau ini juga terdapat penangkaran penyu sisik. Telur yang berasal dari Pulau Peteluran ditetaskan secara alamiah di tempat ini. Hasilnya, penyu-penyu kecil siap untuk diarungkan ke laut bila sudah ditangkarkan dan bila sudah siap untuk dilepas ke laut.

Pulau Pramuka juga merupakan pulau berpenduduk dimana sebagian besar dihuni oleh nelayan. Kekayaan alami dengan limpahan ikan-ikan lautnya membuat penduduk pulau ini terlihat sejahterah. Jarang ditemui bangunan rumah yang buruk di pulau ini rata-rata rumah penduduk bagus. Sebagian besar rumahnya sangat memadai.

Bila ingin menyelam dapat menyewa alat-alat selam dengan seorang pendamping. Peralatan snokling juga disewakan ditempat ini. Perahu dapat disewa dengan bayaran yang tidak terlalu mahal. Tanpa keahlian menyelampun, kita bisa menikmati bawah laut dengan snokling. Jangan takut tenggelam karena pendamping akan memilih tempat yang tidak dalam walaupun terletak di perairan yang jauh dari pulau. Jadi’bila ingin menikmati keindahan surga laut pulau pramuka datanglah kemari.

Pulau Damar

adalah pulau yang hanya satu-satunya berada di Timur Teluk Jakarta. Tidak ada akses untuk bisa ke pulau ini kecuali mencarter perahu kayu milik nelayan yang sering disewakan di Cilincing atau Kali Kresek dekat Pelabuhan Tanjung Priuk.

Karena pulau ini tidak ad penduduknya maka akses ke sana amat sulit untuk dilakukan. Tetapi karena daya tarik dari pulau pramua ini yang seakan memanggil-manggil,maka kita ingin sekali mengunjunginya.

Pulaunya kecil tak terlalau besar, bisa dikelilingi kalau mau bersusah payah karena dikelilingi oleh hutan dengan aneka pepohonan khas pantai seperti pohon bakau dan lainnya. Artinya harus bersusah payah melewati semak belukar dan berbasah-basahan untuk menemukan titik dimana kita memulai mengelilingi pulau ini.

Di pulau ini terdapat Mercu Suar besar peninggalan Belanda yang masih kukuh berdiri sampai saat ini. Mercu suar ini terbuat dari plat besi yang digabungkan dengan menggunakan baut dan mur. Pada beberapa bagian nampak berkarat dan menimbulkan lubang menganga yang cukup seram jika terperosok.

Karena terbuat dari plat besi, kalau petir datang, kita bisa merasakan kejutannya. Walaupun dipasang penangkal petir, mercu suar ini masih sedikit mengantarkan listrik dari petir jadi rasa sedikit terkejut akan menjadi sensasi tersendiri bagi kita. Minimal sudah merasakan bagaimana rasanya tersambar petir walaupun alirannya kecil.

Ada lima belas lantai untuk mencapai puncaknya. Jangan dikira ringan, karena untuk menaikinya, nafas cukup dibuat ngos-ngosan dan kaki terasa capek. Tetapi begitu sampai diatas rasa capek itu terbayar dengan pemandangan perairan di sekitar Pulau Damar. Hutannyapun lebat terlihat dari atas degan burung –burung yang banyak berterbangan. Nampak terlihat betapa jelas beda dan kedalaman perairan di depan kita.Dahulu marcusuar ini digunakan belanda untuk memberi tanda bagi kapal yang lewat supaya tidak tersesat bila malam hari.

Mercu suar ini harusnya dijaga sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan. Bayangkan saja, mercu suar ini sudah berdiri tahun 1879. Bahkan bangunan-bangunan lainnya yang melengkapi mercu suar seperti bunker, benteng dan kompleks perumahan peninggalan Belanda di sia-siakan begitu saja. Bangunan tersebut sudah sedemikian parahnya sehingga nyaris tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal bangsa yang besar lahir karena menghargai sejarahnya. Nyatanya malah bangunan sejarah nya tak terurus.

Di Pulau ini juga terdapat kuburan kramat jadi jangan heran kalau malam Jum’at banyak pengunjung yang menziarahi makam tersebut. Bahkan ada yang meminta keselamatan dari gangguan apapun.

Kalau ada yang berminat berkunjung ke Pulau Damar, silahkan saja. Banyak yang menarik di sana.

Pulau Edam

– Saksi bisu sejarah perkembangan Jakarta, bukan hanya milik kawasan kota tua di Jakarta, atau pulau Onrust dan pulau-pulau di sekitarnya seperti Pulau Kayangan dan Pulau Kelor. Ada satu pulau yang juga menjadi saksi bisu sejarah DKI Jakarta.

Di Pulau Edam atau yang dikenal dengan Pulau Damar,ada beberapa bangunan bersejarah. Ada yang masih berdiri kokoh, ada juga yang menyisakan puing-puing. Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh adalan Mercusuar yang dibangun semasa pemerintahan Raja Belanda, Raka Willem III. Bangunan ini selesai dibangun tahun 1879, kurang lebih 130 tahun lalu.

Konstruksi mercusuar di Edam ini terbuat dari plat besi yang dicor hingga setinggi 52 meter, dan untuk sampai ke puncak kita harus menaiki 272 anak tangga. Sebelum menggunakan listrik, sumber energi lampu di Mercusuar ini hanya menggunakan minyak tanah. Saat ini, sudah ada empat genset berkekuatan 1000 watt untuk menghidupkan lampu di Pulau Edam.

Di Pulau Damar atau Edam ini, ada puing empat bangunan peninggalan kolonial Belanda yang terpencar ke beberapa tempat. Salah satu bangunan tersebut adalah bangunan rumah Dinas Gubernur Jendral VOC, Johannes Champhuis yang dibangun tahun 1685, sekitar 300 tahun yang lalu.

Bangunan kemudian diserahkan ke Joan Van Horn yang menjadi pengganti dan penguasa VOC pada tahun 1691. Enam tahun kemudian  tahun 1705, Belanda sempat membangun kincir angin di Pulau Edam ini. Tujuannya untuk keperluan penggergajian kayu dan bengkel pemintalan tali jangkar.

Sayangnya, Bangunan ini dihancurkan tentara Inggris seratus tahun kemudian, bersamaan dengan penggempuran Pulau Onrust . Penjajah jepang juga ternyata memanfaatkan pulau ini sebagai gudang peluru.

Ketika Indonesia merdeka, bangunan gudang peluru ini dimanfaatkan untuk asrama yatim piatu dan anak gelandangan pada tahun 1950. Karena tidak betah, anak – anak itu lari meninggalkan pulau ini dengan menggunakan kayu dan batang pisang. Tahun 1957, Edam kembali dipergunakan untuk menampung orang jompo, tetapi sekali lagi kegiatan inipun berlalu tanpa hasil apapun, dan Pulau Edam kembali menjadi pulau sepi yang menjadi saksi perjalanan waktu.

Di Pulau ini juga ada makam mantan penguasa Banten jaman dulu, Syarifah Fatimah . Fatimah bersembunyi di Pulau ini karena rakyat Banten memberontak semasa pemerintahannya. Selain makam Fatimah, ada juga empat makam para  pengikutnya.

Jika Anda seorang wisatawan yang ingin nuansa baru alam bahari Kepulauan Seribu tak salah bila mencoba menikmati keindahan Jembatan Pelangi di Pulau Lancang yang pesonanya tak kalah dengan Jembatan Cinta milik Pulau Tidung.

Pulau Onrust
Di sebelah utara daratan Jakarta,tepatnya Kepulauan Seribu,terdapat sebuah pulau kecil di Kepulauan Seribu yaitu Taman Arkeologi Onrust (TAO). Tempat ini dapat dicapai dengan transportasi laut melalui Pelabuhan Muara Kamal,Muara Angke, atau Pantai Marina Ancol, dengan waktu kurang lebih 20-45 menit. Pulau ini menyimpan banyak kisah sejarah masa kolonial Belanda.

Nama Onrust berasal dari bahasa Belanda, yang berarti tanpa istirahat. Penduduk setempat menyebutnya Pulau Kapal. Karena pada abad ke 17 sampai ke 18 Onrust merupakan pulau penting untuk memperbaiki kapal-kapal belanda yang rusak .

Di pulau ini mulai tahun 1618 JP Coen menyusun gelar armada untuk menahan serangan Inggris di bawah komando Sir Thomas Dale. Bahkan beberapa tahun sebelum Batavia didirikan oleh pemerintahan belanda. Pulau Onrust telah dipergunakan untuk memperbaiki kapal-kapal kompeni (1615).

Sebagai bengkel kapal, nama Onrust tak tersaingi. Banyak orang memuji tukang-tukang kayu yang bekerja di Onrust sangat terampil. Salah satunya adalah Kapten James Cook FRS RN, penjelajah dunia yang menemukan benua Australia dan Kepulauan Selandia Baru. Kapal Cook, “HM Bark Endeavour” mengalami kerusakan besar saat kandas di gugusan karang Great Barrier Reef, Australia saat ini (1770).

James Cook mengaku sangat terkesan dengan proses perbaikan yang dilakukan oleh para pekerja di galangan kapal Pulau Onrust. Menurutnya, teknologi yang digunakan merupakan yang terbaik di dunia. Pengerjaan perbaikan kapal dilakukan dengan sangat jeli dan  teliti. Hal ini membuatnya yakin bahwa dia dan kelompoknya akan mampu melakukan perjalanan kembali ke Inggris. Cook berada di Batavia selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 1770.

Sekitar tahun 1775, 1.200 orang tinggal di pulau ini. Sebagian terbesar adalah tukang kayu kapal yang handal dan para tentara belanda. Sebagian kecil adalah orang yang dikenai hukuman kerja paksa dan budak belian Kompeni, termasuk puluhan wanita. Karena banyak kapal bersandar di pulau ini, maka sebutan Pulau Kapal menjadi lekat, meskipun nama Onrust lebih sering disebut-sebut.

Pada 1800 Inggris membakar isi Pulau Onrust dan merebutnya dari tentara belanda. Sisanya dirusak pada 1806 dan 1810, setelah Daendels mengosongkan pulau itu pada 1809. Pada 1823 Onrust dipakai lagi untuk memperbaiki kapal oleh pemerintah dan swasta. Pada 1856 sebuah dok terapung kering digunakan di sana. Pada 1868 sebuah mesin bertenaga uap dibangun di Pulau Onrust untuk melayani kapal-kapal besi.Peranan Onrust mulai berkurang setelah dibuka pelabuhan baru yang lebih lengkap di Tanjung Priok oleh pemerintah (1883).
 

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s